alamak-gara-gara-niat.1041

 

Do the Best and Let God Do the Rest “Ben Carson

 

Hay desa ku,

apakabar?

sehat?

udah makan kah?

makmur?

gimana isu UU Desa?

bulan lalu “…”

entah apa yang menghampiri

ibarat anak bayi, sawan

saking kagetnya ..hu wooo

ibarat kata, saya anak baru, yang hanya berpegang teguh dengan displin dan cita-cita menjadi bupati di desa ku

lembaga ku mulai mengerjakan tentang UU Desa, yang aku tahu aku dalam misi mencari tahu, mencari ilmu, bagaimana desa ku, ibarat kata menyelam sambil minum air, misi hidup ku, abdi diri ku untuk desa ku.

dengan modal Permendagri 2006 tentang Administrasi Desa No. 32, pasang badan, persiapkan otak, pikiran, kalo kata BOs ku Siapkan Energi Spiritual juga harus di persiapkan.

Riset kecil ke desa ku, minimal 2 Desa di luar Jakarta

Desaku!!!

Desaku, yang terletak di tengah kota industri yang terbesar seasia tenggara, dan beberapa kota industri kecil,

disebut desa, mungkin sudah tidak pantas di bilang desa, karena tinggal sedikit lahan pertaniannya bahkan bisa di bilang sudah tidak ada, atau punah kaliyah kalau di hewan

administrasi desa ku, rasa mau menangis, birokrasi dimana mana yang ku rasakan, ketika aku menelaah Permendagri 2006 no.32. Tuhan apakah ini potret desa ku.

Buku paket yang seharusnya di maximalkan kegunaannya, tetapi hanyajadi tumpukan buku kosong yang tak terpakai, ok terpakai, tapi tidak maxsimal,

Yes!!

ini potret desaku, bagaimana dengan desa yang lain?

Apa kabar dengan desa mu?

“move kedesa tetangga”

desa tetangga sama saja sepertinya, heeem kecewa, tapi penasaran!

dilandasi dari penasaran, kalo kata bahasa anak sekarang kepo, kepo sama desa lain, dan mencari desa percontohan untuk diriku pribadi.

ok, bohong, munafik kalo saya turun kejalan, bekerja dengan begitu semangat kalo tidak mencari kepuasan diri di kerjaan ku, kalo hasilnya bagus itu bonus, karena yang saya tahu hanya melakukan yang terbaik, dari sisi diri ku dan bermanfaat untuk kerjaan ku.

Finaly, yes BOGOR, dimana tempat aku tinggal sekarang,

desa yang terletak di pinggir kota Bogor, sama tidak bisa di sebut kampung, karena akses sangat dekat dengan kota, dan terus berkembang pesat, TAPI !

desa ini tidak mendapatkan buku paket administrasi sejak tahun 2010 s/d sekarang, akan tetapi administrasi umum, keuangannya itu semua RAPIH, tercatat dengan baik, kepala desa siap melayani dengan baik, terimakasih

Terimakasih tuhan, untuk hal ini cukup membuat ku melihat dan berfikir lebih luas.

belajar dan memotret untuk masa depan ku,

ini bekal hidupku, untuk menjadi bupati kelak.

aku titip desa-desa lain, desa yang baik untuk jadi percontohan, tolong perhatikan mereka wahay bupatiku, wahay mentri mentri ku, tengolah mereka, untuk majunya bangsaku.

mungkiiiiin, kalo maju bangsa terlalu jauh, setidaknya maju desa ku, yayaya #bebasTan